Kamis, 21 Oktober 2010

Hypochondriasis

Hypochondriasis adalah gangguan dimana seseorang disibukkan dengan rasa takut mengalami penyakit serius.

Hypochondriasis terjadi paling sering diantara usia 20 dan 30 tahun dan tampak mempengaruhi kedua jenis kelamin secara seimbang. Beberapa orang dengan hypochondriasis juga mengalami depresi atau kegelisahan.

Pada Hypochondriasis, perhatian orang tersebut mengenai penyakit serius seringkali didasarkan pada salah tafsir pada fungsi normal tubuh. Pemeriksaan dan penentraman hati kembali oleh dokter untuk menghilangkan perhatian mereka; orang dengan hypochondriasis cenderung untuk percaya bahwa dokter bagaimanapun juga telah gagal untuk menemukan penyakit yang mendasari.

Hypocondriasis juga sering disebut dengan cara orang menarik perhatian orang lain, dengan cara berkata dirinya merasakan sakit, padahal saat di periksa, tidak terdeteksi penyakit apapun.

Ada sebuah kasus di republic ceko mengenai hypocondriasis. Seorang staf medis di Republik Ceko dikenakan tindakan indisipliner setelah satu alat bedah sepanjang satu kaki (30,48 Cm) ditemukan di dalam perut seorang perempuan yang dioperasi lima bulan lalu.Pasien tersebut. Zdenka Kopeckova -yang berusia 66 tahun, berulangkali mengeluh bahwa ia menderita sakit perut parah setelah operasi gynaekologi di satu rumah sakit sakit di kota Ivancice, bagian tenggara negeri itu.

"Saya mengatakan tak ada orang yang menolong saya dan saya tak tak dapat hidup seperi ini sampai akhir hayat saya. Saya akan meminum pil. menenggak segelas alkohol dan gantung diri," kata perempuan tersebut, setelah alat mirip kape ditemukan satu pekan lalu dan berhasil dikeluarkan.Kopeckova akan menuntut ganti rugi atas kekhilafan tersebut, dan menyatakan staf rumah sakit mulanya berusaha menutup-tutupi kesalahan itu dengan mengatakan "tak ada yang dapat mereka lakukan selain menyarankan Kopeckova meminum penghilang rasa sakit".

"Saya memberi tahu kepala dokter bedah bahwa seandainya saya tak merasa sakit, saya takkan mengeluh. Saya bukan seorang hypochondria," katanya.Ditambahkannya, ia "telah meminta pemeriksaan dengan Sinar-X tapi diberi tahu ia tak perlu terpajan terhadap radiasi.Hypochondriasis (atau hypochondria, yang seringkali dirujuk sebagai fobi kesehatan) merujuk kepada perasaan khawatir yang berlebihan mengenai sakit serius.

Direktur Rumah Sakit Ivancice, Jaromlr Hruber mengatakan prosedur operasi ketat mestinya telah dilakukan oleh staf medis dan seorang staf rumah sakit yang tak disebu tkan jatidirinya mengatakan kepada Reuters Television bahwa mereka yang terlibat dikenakan tindakan indisipliner."Prosedur medis di Ivancice kelihatannya sempurna jika dilihat sepintas, ada dokumentasi dan daftar alat yang digunakan, tapi orang itu -yang melakukan pemeriksaan- tak melaporkan ada benda yang hilang," kata Hrubes.

Hypocondriasis diduga ketika orang yang sehat dengan gejala ringan diasikan dengan gejala-gejala yang spesifik dan tidak bereaksi untuk ditentramkan kembali hatinya setelah evaluasi seksama. Pengobatan hypocondriasis terbilang sulit, karena seorang sengan hypocondriasis diyakinkan bahwa sesuatu didalam tubuh adalah kesalahan serius. Penentraman hati tidak menghilangkan perhatian ini. Meskipun begitu, hubungan kepercayaan dengan dokter yang perduli adalah bermanfaat, khususnya jika jadwal kunjungan yang teratur. Jika gejala-gejala orang tersebut tidak cukup hilang, orang tersebut bisa menerima manfaat dari referral kepada terapis untuk penelitian dan pengobatan lebih lanjut, dengan melanjutkan perawatan dokter primer. Pengobatan dengan Penghambat Reuptake serotonin, kelas antidepresan, kemungkinan efektif. Terapi cognitive-behavior bisa juga meringankan gejala-gejala.

Sumber:
http://khairiwardi.multiply.com/journal/item/3?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
http://bataviase.co.id/node/102014
http://community.um.ac.id/showthread.php?57650-Hypochondriasis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar