Jumat, 24 Desember 2010

pendidikan anak prasekolah

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Early Childhood adalah anak yang berusia sejak lahir sampai dengan usia delapan tahun. Batasan ini seringkali dipergunakan untuk merujuk anak yang belum mencapai usia sekolah dan masyarakat menggunakanya sebagai tipe Prasekolah. Dalam merancang pendidikan untuk anak,sebaiknya para orangtua tidak perlu banyak menuntut diluar kemampuan anak.Anak-anak prasekolah belum mahir melakukan gerakan yang disertai dengan aturan2. Dan dalam makalah ini akan juga akan dibahas mengenai mengenal pendidikan anak prasekolah dan bagaimana cara memilih sekolah yang baik untuk anak-anak tersebut.
1.2  Tujuan Pembuatan Makalah
Di dalam pembuatan makalah ini ada beberapa tujuan yang kami jabarkan, diantaranya adalah :
1. Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Psi & Teknologi Internet
2. Dari hasil diatas, saya ingin mengetahui lebih dalam tentang pendidikan anak prasekolah
3. Untuk membantu para mahasiswa dalam mengenal pendidkan anak prasekolah

1.3  Metode Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data, kami menggunakan metode pengambilan data secara sekunder, yaitu pengambilan data secara tidak langsung melalui informasi yang sudah ada seperti internet dan berbagai macam buku.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN ANAK PRA SEKOLAH
Bervariasinya pemahaman para ahli pendidikan tentang pengertian pendidikan anakPrasekolah sehingga akan mengaburkan arah pembicaraan. Kajian ini mengarah kepada tinjauan Dr. Mansur tentang anak Prasekolah dari sudut pandang agama, dari hasil pengkombinasian agama dan umum. Mansur, dalam landasannya untuk menjelaskan pengertian anak Prasekolah mengacu kepada The Nation Assocition for The Education of Young Childhood(NAEYC). 

Early Childhood adalah anak yang berusia sejak lahir sampai dengan usia delapan tahun. Batasan ini seringkali dipergunakan untuk merujuk anak yang belum mencapai usia sekolah dan masyarakat menggunakanya sebagai tipe Prasekolah.

2.2 MENGENAL ANAK PRASEKOLAH
Pada usia 3 tahun anak mampu melakukan berbagai gerakan seperti berlari,melempar. Orangtua maupun guru perlu memberikan kesempatan bebagai kegiatan yang aman bagi mereka.Anak2 yang berusia 4-5 tahun meskipun sdh mampu duduk diam kalau mendengar cerita,mereka tetap masih membutuhkan latihan gerakan sehingga anak-anak ini tdk terlalu banyak duduk.
Dalam merancang pendidikan untuk anak,sebaiknya para orangtua tdk perlu banyak menuntut diluar kemampuan anak.Anak-anak prasekolah belum mahir melakukan gerakan yang disertai dengan aturan2.Mereka akan mengalami kesulitan untuk explorasi bila dipaksa mengikuti aturan2. Setiap hari anak2 membutuhkan kegiatan jasmani yang disertai dengan kebugaran dan aktivitas yang tinggi.Saat ini justeru ada kecenderungan anak lebih banyak pasif dan duduk diam di bangku sambil meneonton TV.

2.3 BERBAGAI BENTUK KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK PRASEKOLAH

Ada beberapa bentuk kurikulum yang dikembangkan oleh para ahli dalam pendidikan
yakni:

1.      kurikulum terpisah, artinya dalam setiap mata pelajaran mempunyai kurikulum tersendiri dan satu dengan yang lainnya tidak adaketerkaitannya, karna masing-masing mata pelajran mempunyai organisasiyang terintegrasi.

2.      kurikulum saling berkaitan, ialah antara masing-masing mata pelajaran mempunyai keterkaitan, dan keterkaitan itu dapat dirasakan oleh anak pada saat belajar, untuk dapat diintegerasikan.

3.      kurikulum terintegrasai, adalah seluruh mata pelajaran merupakan satu kesatuan yang utuh atau bulat. Dari kurikulum ini anak akan menndapati pengalaman yang sangat luas.

Dengan demikian untuk mengoptimalkan perkembangan anak dan memenuhi karakteristik anak yang merupakan individu unik, yang mempunyai pengalaman dan ilmu pengatahuan yang berbeda, maka perlu dilakukan usaha yaitu dengan memberikan rangsangan-rangsangan dorongan-dorongan, dan dukungan kepada anak. Dalam merencanakan dan mengembangakan program untuk anak usia dini perlu memperhatikan seluruh aspek perkembangan anak, program tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan kemampuan anak.

Selain pembentukan sikap dan perilaku yang baik tersebut, anak memerlukan pula kemampuan intelektual agar anak siap menghadapi tuntutan masa kini dan masa akan datang. Maka dari itu anak memerlukan penguasaan berbagai kemampuan dasar agaranak siap dan dapat menyesuaikan diri dalam setiap segi kehidupannya. Maka menurut Siskandar kurikulum untuk anak usia dini harusnya memperhatiakn beberapa prisnip, yaitu:

-          berpusat pada anak

-          mendorong perkembangan fisik, daya pikir, daya cipta, sosialemosional, bahasa dan komunikasi sebagai dasar pembentukan peribadi manusia

-          memperhatikan perbedaan individu anak, perbedaan keadan jasmani, rohani, kecerdasan dan tingkat perkembangannya.

2.4  STRATEGI PENGAJARAN

Starategi secara umum mempuanyai pengertian sebagai garis-garis besar haluan untukuntuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.Dalam kaitannya dengan strategi mengajar, maka ruangan dan perabot harus diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan terlaksananya pengajaran yang baik,kegiatan perorangan, kelompok dan klasikal. Bermain sebagai bentuk kegiatan belajardi TK seperti kreaktif dan menyenangkan.

 

2.5 TIPS MEMILIH SEKOLAH UNTUK ANAK PRA SEKOLAH

Beberapa poin berikut merupakan hal yang bisa kita lakukan dalam memilih sekolah yang terbaik bagi putra-putri kita

  • Kumpulkan informasi sebanyak mungkin dari media cetak, elektronik, internet atau dari teman dan keluarga tentang sekolah yang berkualitas. Jika memungkinkan, datang ke pameran pendidikan sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap langsung dari lembaganya.
  • Setelah menetukan beberapa pilihan, lakukan observasi dengan mendatangi langsung ke sekolah. Tanyakan banyak hal seditail mungkin pada pihak sekolah mengenai kurikulum dan profil sekolah, jumlah quota siswa per kelas, latar belakang pendidikan guru dan kepala sekolah, prestasi yang pernah diraih sekolah, biaya dan sistem pembayaran, fasilitas pendidikan, status sekolah serta yayasan yang menaungi sekolah.
  • Tanyakan status atau akreditasi sekolah dan perijinannya (banyak orang tua yang lupa menanyakan ini, padahal meskipun pra sekolah, hal ini sangat penting karena ijin dari diknas menjadi salah satu indikator kualitas sebuah lembaga pendidikan).
  • Lakukan observasi tentang keadaan fisik sekolah, mulai dari suasana kelas, kantin, fasilitas olah raga dan kamar kecil serta tempat ibadah. Apakah cukup bersih untuk kenyamanan belajar anak kita? anak usia dini kondisi fisiknya masih rentang terhadap berbagai penyakit, sehingga kebersihan menjadi hal penting untuk diperhatikan.
  • Lakukan observasi kelas ketika pembelajaran sedang berlangsung untuk melihat kemampuan guru mengajar dan pembelajaran yang dilakukan (jika anda tidak diijinkan pihak sekolah untuk melakukan observasi kelas, nyatakan bahwa anda sebagai orang tua calon siswa berhak untuk melakukannya).
  • Jangan lupa ajak anak untuk melihat sekolah yang akan dipilih. Libatkan mereka dalam pengambilan keputusan.
  • Jangan mudah tertipu dengan fasilitas dan jargon sekolah. Bisa jadi sekolah sederhana ternyata memiliki guru yang kreatif sehingga bisa merubah kesederhanaan menjadi media belajar yang kaya makna bagi anak. Sebaliknya, sebaik apapun fasilitas dan kurikulum yang disuguhkan akan menjadi tidak bermakna ketika guru tidak mampu menghidupkannya.
  • Usia prasekolah adalah usia emas ketika anak menyerap berbagai nilai dan norma kehidupan. Pilihlah sekolah yang memiliki guru-guru yang shaleh dan shalehah sehingga anak-anak bisa menyerap ruh spiritualitas yang terpancar dari keindahan akhlak mereka. Pilihlah sekolah yang memiliki guru-guru yang ikhlas dalam mengajar anak-anak kita.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Early Childhood adalah anak yang berusia sejak lahir sampai dengan usia delapan tahun. Batasan ini seringkali dipergunakan untuk merujuk anak yang belum mencapai usia sekolah dan masyarakat menggunakanya sebagai tipe Prasekolah. Dalam merancang pendidikan untuk anak,sebaiknya para orangtua tdk perlu banyak menuntut diluar kemampuan anak.Anak-anak prasekolah belum mahir melakukan gerakan yang disertai dengan aturan2.Mereka akan mengalami kesulitan untuk explorasi bila dipaksa mengikuti aturan2. Beberapa poin berikut merupakan hal yang bisa kita lakukan dalam memilih sekolah yang terbaik bagi putra-putri kita, antara lain: Kumpulkan informasi sebanyak mungkin dari media cetak, elektronik, internet atau dari teman dan keluarga tentang sekolah yang berkualitas. Tanyakan status atau akreditasi sekolah dan perijinannya. Setelah menetukan beberapa pilihan, lakukan observasi dengan mendatangi langsung ke sekolah


Sumber:






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar