Senin, 01 Oktober 2012

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (bag.1)

Tugas softskill
Putri Uswatul Kh. (4PA01/16509360)
 
SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG SISTEM, INFORMASI, PSIKOLOGI DAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI?

Selasa, 25 September kemarin, saya dapat tugas untuk mata kuliah Sistem Informasi Psikologi. Sebagai pengantar dan tugas pertama mata kuliah ini, bu dosen memberi tugas perkenalan. Tugasnya adalah kami para mahasiswa diperintahkan untuk menulis artikel yang menjelaskan tentang apa itu sistem, informasi, psikologi dan sistem informasi psikologi itu sendiri. Untuk itu, mari saya coba jelaskan satu persatu kata-kata ini.

SISTEM
Apa yang langsung anda bayangkan ketika mendengar kata sistem? Kalau saya, langsung terbayang sistem pencernaan, sistem pemerintahan, sistem pernafasan, dan sistem-sistem lainya. Tapi apa sih sebenarnya arti kata sistem itu.

Sistem berasal dari bahasa latin systēma dan bahasa yunani sustēma yang artinya adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.

Ada juga pengertian yang mengatakan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, dan saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks. Di dalam kesatuan tersebut juga terdapat kondisi dan interaksi yang teratur.

Menurut para ahli,  seperti L. James Havery mengatakan bahwa sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Sementara C. W. Chruchman berpendapat kalau sitem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.

Sebuah sistem memiliki karakteristik, antara lain:
1. MEMILIKI KOMPONEN: Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinterkasi, bekerja sama dan membentuk suatu kesatuan. Sebuah sistem, tidak peduli betapapun kecil nya, selalu mengandung komponen atau subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses secara keseluruhan.

2. TUJUAN: Setiap sistem memiliki tujuan atau goal yang akan menjadi motivator dan pengaah bagi sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak teratur dan terkontrol.

3. MASUKAN dan KELUARAN: Masukan berarti segala sesuatu yang masuk kedalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Contohnya seperti bahan mentah dan informasi. Kemudian masukan tadi di proses, yaitu dengan melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa produk, tapi bisa juga  berupa hal-hal yang tidak berguna. Lalu keluaran, seperti yang telah dibahas tadi, keluaran adalah hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran dapat berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan lain-lain.

4. PENGOLAH SISTEM (PROSES): Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang inginkan.

5. PENHUBUNG SISTEM (INTERFACE): merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan 
subsistem yang lainnya.

6. BATAS: Batas, yang disebut batas sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Contohnya dalam sistem penjualan buku, didalam sistem ini batas ada hanya pada penjualan buku, tidak keluar dari ruang lingkup tersebut.

7. MEKANISME PENGENDALIAN dan UMPAN BALIK: Mekanisme pengendalian dan umpan balik, control mechanism diwujudkan dengan menggunakan umpan balik yang mencuplik keluaran. Umpan balik digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

8. LINGKUNGAN: Dan yang terakhir lingkungan, lingkungan merupakan segala sesutu yang berada diluar sistem. Lingkungan dapat memberikan pengaruh positif atau negatif, tentu saja dampak negatifnya harus dikendalikan agar tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus dijaga, karena mengacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
 
Lalu, sebuah komponen dan elemen tersebut harus memilki beberapa persyaratan agar dapat menjadi sistem yang baik, yaitu yang pertama sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah, kemudian elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan, adanya hubungan diantara elemen sistem, unsur dasar dari proses (arus informasi, energi, dan material) lebih penting dari pada elemen sistem, dan mementingkan tujuan organisasi daripada tujuan elemen.

Suatu sistem juga memiliki model umum, sistem memiliki 2 jenis model umum, yaitu:
  • Model Sistem Sederhana = INPUT -> PROSES -> OUTPUT
CONTOH: program kalkulator, setelah kita masukan angka dan operasi matematikanya, kemudian dijalankan, maka kita akan mendapatkan hasilnya.
  • Model Sistem Dengan Banyak Input Dan Output
CONTOH: matrix, masukannya banyak, keluarannya juga banyak

Selain itu, sistem juga memiliki beberapa metode, yaitu:
a.    Blackbox Approach : adalah suatu sistem dimana input dan outputnya didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui atau tidak terdefinisi. Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam (yang menangani), sedangkan pihak luar hanya mengetahui masukan dan hasilnya. Sistem  ini terdapat pada subsistem tingkat terendah. Contohnya, bagian pencetakan uang, proses pencernaan
b.    Analityc Sistem: merupakan suatu metode yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh maslah untuk menyelidiki kesistematikaan tujuan dari sistem yang tidak efektif dan evaluasi pilihan dalam bentuk ketidakefektifan dan biaya.

Jadi, dapat saya simpulkan kalau sistem itu adalah kumpulan komponen yang berinteraksi satu sama lain dengan teratur dan harmonis untuk mewujudkan suatu tujuan dengan adanya input, proses, output, serta memiliki batasan-batasan sendiri agar sasaran dapat tercipta sesuai rencana.

Oke, sekarang kita bicara tentang, apa itu informasi.

INFORMASI
Waktu itu, kelas saya pernah dapat pertanyaan dari salah satu dosen, beliau bertanya apa perbedaan data dengan informasi. Banyak jawaban terlontar saat itu, tapi akhirnya dosen itu menjelaskan jawaban yang sebenarnya. Bedanya data dengan informasi adalah, data itu merupakan segala pengetahuan yang ada, sedangkan informasi adalah data yang sudah diolah, sehingga menjadi berguna bagi penerima informasi. Banyak juga ternyata yang selama ini salah mengerti tentang 2 kata ini, pada awalnya saya sendiri pun terbalik memahami nya. Kami merasa beruntung telah diberikan pengetahuan dasar tersebut, dan kebetulan ibu dosen mata kuliah kali ini memberi tugas yang berhubungan dengan itu, jadi mari kita cari tahu lebih dalam apa yang sebenarnya dimasud dengan informasi.

Jika ditiik dari asal kata atau etimologi, informasi berasal dari bahasa Prancis kuno, informacion  yang diambil dari bahasa latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”.  Informasi  merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.
Infromasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat dikatakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Informasi berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, persepsi, stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Menurut Gordon B. Davis, informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Lalu, Jhon G. Burch berpendapat bahwa informasi adalah hasil pembentukan penyusunan, pengorganisasian atau pengubah data yang menambah tingkat pengetahuan. Kemudian, menurut Notoatmojo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat mempengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya akan membuat seseorang berprilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Contohnya, dokumen bebentuk spreadsheet (di Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada didalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka didalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga mempunyai makna dan bermanfaat.

Seringkali, informasi dipandang sebagai jenis input ke sebuah organisme atau sistem. Informasi yang berupa fakta biasanya dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Jadi, kalau kita hubungkan dengan penjelasan sistem diatas, informasi adalah sebuah keluaran yang nantinya akan digunakan untuk mencapai suatu tujuan.

KONSEP DASAR INFORMASI :
1. Jenis-jenis informasi :
•    Formal : Informasi yang dihasilkan dalam organisasi.
•    Informal : Informasi yang dihasilkan diluar organisasi.
2. Ciri-ciri informasi :
•    Terbaru.
•    Tepat waktu.
•    Relevan.
•    Konsisten.
•    Penyajian dalam bentuk sederhana.
3. Penggunaan informasi :
•    Low level manager.
•    Middle level manager.
•    Top level manager.
4. Fungsi Informasi :
•    Untuk meningkatkan pengetahuan sipemakai.
•    Untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan proses pengambil keputusan.
•    Menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.

Kemudian informasi dapat menjadi berguna atau tidak, tergantung dari beberapa aspek menurut George R. Terry, Ph. D. Yaitu:
1.    Tujuan si penerima
Apabila informasi itu tujuannya untuk memberikan bantuan maka informasi itu harus membantu si penerima dalam usahanya untuk mendapatkannya.
 
2.    Ketelitian penyampaian dan pengolahan data
penyampaian dan mengolah data, inti dan pentingnya info harus dipertahankan.
 
3.    Waktu
Informasi yang disajikan harus sesuai dengan perkembangan informasi itu sendiri.
 
4.    Ruang dan tempat
Informasi yang didapat harus tersedia dalam ruangan atau tempat yang tepat agar penggunaannya lebih terarah bagi si pemakai.
 
5.    Bentuk
Dalam hubungannya bentuk informasi harus disadari oleh penggunaannya secara efektif, hubungan-hubungan yang diperlukan, kecenderungan-kecenderungan dan bidang-bidang yang memerlukan perhatian manajemen serta menekankan informasi tersebut ke situasi-situasi yang ada hubungannya.
 
6.    Semantik
Agar informasi efektif informasi harus ada hubungannya antara kata-kata dan arti yang cukup jelas dan menghindari kemungkinan salah tafsir.

Nilai informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah kumpulan data mentah, pesan, dan materi terbaru yang kemudian diolah sedemikian rupa berdasarkan waktu, tempat, dan bentuk yang tepat agar menjadi suatu pengetahuan yang berguna dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan pencari informasi. Contohnya adalah isi dari artikel ini. Semua yang saya bahas dalam artikel ini merupakan informasi yang saya butuhkan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah ini, dan juga

SUMBER 1:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem
http://kisaranku.blogspot.com/2010/10/pengertian-sistem-lengkap.html
http://ariebrain.wordpress.com/2010/03/06/sistem/
http://luphmama.wordpress.com/2010/02/15/pengertian_sistem/
http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi
http://blograkata.blogspot.com/2012/03/definisi-informasi.html
http://blog.re.or.id/definisi-informasi-2.htm
http://muhammadghazali.wordpress.com/tag/definisi-informasi/
ebook: definisi sistem_informasi_dan sistem infromasi.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar